Sebagai sebuah peradaban besar, Nusantara memiliki kekayaan nilai-nilai filosofis kehidupan yang sangat luas dan tidak terbatas. Dari waktu ke waktu dalam setiap jaman selalu muncul tokoh-tokoh dengan kesadaran tinggi dan berusaha dengan sungguh-sungguh menggali dan mengejawantahkan nilai-nilai ini di dalam kehidupan untuk menghadapi tantangan jamannya. Dari kesadaran serta upaya tersebut muncullah suatu perubahan besar dan mendasar yang menghasilkan sebuah Revolusi Peradaban di Bumi Nusantara.
Kali terakhir sebuah jejak sejarah di Nusantara telah tercatat, ketika peradaban dunia bergerak kearah demokratisasi dan industrialisasi, sedang di Nusantara kehidupan masih bertumpu pada autokrasi dan agraris-maritime konvensional, maka tak pelak perubahan arah jaman ini, tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi kehidupan di Bumi Nusantara. Kejayaan dan kemunduruan dari sebuah peradaban di dunia ini memang selalu dipergilirkan. Atau istilah lain -dalam bahasa kekuasaan- Siapa yang lebih kuat dan lebih cepat mengikuti perubahan jaman dialah Yang Menang dan Memimpin Peradaban. Maka suramlah bumi Nusantara dalam sekian waktu lamanya pada masa perubahan jaman tersebut. Sampai tiba saatnya, berlakunya hukum alam, setiap jaman akan selalu melahirkan tokoh-tokohnya. Dari perjalanan panjang sebuah perjuangan, muncullah para ksatria Nusantara yang telah bangkit kesadarannya untuk menggali kembali nilai-nilai spiritual Nusantara dan dengan segenap kesungguhan hati serta kebulatan tekad berjuang mengejawantahkannya dalam berbagai bentuk kreatifitas dan aktifitas produktif sesuai tantangan jamannya. Dan hasilnya luar biasa, lahirlah sebuah revolusi peradaban di bumi Nusantara berupa kemerdekaan dari sebuah bangsa besar. Yang mampu mengoncang dunia, bukan hanya karena mampu merebut kemerdekaannya sendiri, tapi lebih dari itu bahkan mampu membantu kemerdekaan bagi bangsa-bangsa terjajah yang lainnya. Dan mampu merubah sumbu poros kekuasaan dunia dengan sangat mendasar.
Mengingat dahsyatnya proses kelahiran bangsa ini, ibarat `Ponang Jabang Bayi` kemerdekaan Bangsa ini dalam jagad pewayangan, bisa digambarkan seperti lahirnya Bayi Wisanggeni. Yang kelahirannya mampu menggegerkan jagad sampai tembus ke khayangan jongring saloka. Tidak ada satu pun penguasa baik di alam manusia maupun para dewa yang mampu menghalangi niatnya untuk menemukan jati dirinya. Dan kiprahnya di dunia ibarat Jabang Tetuko yang mampu menjadi jagonya para dewa dalam membantu kemerdekaan dari ancaman angkara baik di marcapada maupun di mayapada. Ke depan bangsa ini sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar dan memimpin peradaban dunia. Hanya saja dalam bentuk Fisik Ragawi Kemerdekaan, bangsa ini memang sudah terlahir sempurna. Tapi untuk kemerdekaan Jiwa, bangsa ini masih butuh waktu dalam pendewasaannya. Dan inilah tantangan jaman bagi generasi berikutnya saat ini.
Kali terakhir sebuah jejak sejarah di Nusantara telah tercatat, ketika peradaban dunia bergerak kearah demokratisasi dan industrialisasi, sedang di Nusantara kehidupan masih bertumpu pada autokrasi dan agraris-maritime konvensional, maka tak pelak perubahan arah jaman ini, tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi kehidupan di Bumi Nusantara. Kejayaan dan kemunduruan dari sebuah peradaban di dunia ini memang selalu dipergilirkan. Atau istilah lain -dalam bahasa kekuasaan- Siapa yang lebih kuat dan lebih cepat mengikuti perubahan jaman dialah Yang Menang dan Memimpin Peradaban. Maka suramlah bumi Nusantara dalam sekian waktu lamanya pada masa perubahan jaman tersebut. Sampai tiba saatnya, berlakunya hukum alam, setiap jaman akan selalu melahirkan tokoh-tokohnya. Dari perjalanan panjang sebuah perjuangan, muncullah para ksatria Nusantara yang telah bangkit kesadarannya untuk menggali kembali nilai-nilai spiritual Nusantara dan dengan segenap kesungguhan hati serta kebulatan tekad berjuang mengejawantahkannya dalam berbagai bentuk kreatifitas dan aktifitas produktif sesuai tantangan jamannya. Dan hasilnya luar biasa, lahirlah sebuah revolusi peradaban di bumi Nusantara berupa kemerdekaan dari sebuah bangsa besar. Yang mampu mengoncang dunia, bukan hanya karena mampu merebut kemerdekaannya sendiri, tapi lebih dari itu bahkan mampu membantu kemerdekaan bagi bangsa-bangsa terjajah yang lainnya. Dan mampu merubah sumbu poros kekuasaan dunia dengan sangat mendasar.
Mengingat dahsyatnya proses kelahiran bangsa ini, ibarat `Ponang Jabang Bayi` kemerdekaan Bangsa ini dalam jagad pewayangan, bisa digambarkan seperti lahirnya Bayi Wisanggeni. Yang kelahirannya mampu menggegerkan jagad sampai tembus ke khayangan jongring saloka. Tidak ada satu pun penguasa baik di alam manusia maupun para dewa yang mampu menghalangi niatnya untuk menemukan jati dirinya. Dan kiprahnya di dunia ibarat Jabang Tetuko yang mampu menjadi jagonya para dewa dalam membantu kemerdekaan dari ancaman angkara baik di marcapada maupun di mayapada. Ke depan bangsa ini sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar dan memimpin peradaban dunia. Hanya saja dalam bentuk Fisik Ragawi Kemerdekaan, bangsa ini memang sudah terlahir sempurna. Tapi untuk kemerdekaan Jiwa, bangsa ini masih butuh waktu dalam pendewasaannya. Dan inilah tantangan jaman bagi generasi berikutnya saat ini.
1 komentar:
selamat berkelana dalam peradaban jaman...
Posting Komentar